expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Perawatan awal murai batu tangkapan


Pada postingan terdahulu saya udah pernah mengulas tentang tips pemilihan bakalan murai batu hasil tangkapan alam atau bukan dari hasil penangkaran. Pada kesempatan ini saya ingin sedikit mengulas tentang perawatan burung murai batu bakalan hasil dari tangkapan alam tersebut.
Murai batu hasil dari tangkapan alam memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang sangat ekstra dalam perawatannya karena murai batu tersebut mengalami stres setelah ditangkap dari habitatnya di alam.
Tapi dengan berbekal kesabaran insya alloh murai batu tersebut bisa jinak dan gacor.
berikut tips singkat jika ingin merawat murai batu hasil tangkapan alam

Tips memilih bakalan murai batu

Harga murai batu yang sudah jadi sangatlah melambung apalagi untuk hobiis berkantung cekak(kayak saya).Melambungnya harga murai batu memang seadan dengan kualitas suara yang dihasilkan oleh si murai dan juga di karenakan habitatnya di alam sudah menipis. Nah, untuk yang pengin memelihara murai batu tetapi isi kantong terbatas, ada alternatif yang bisa di ambil yaitu dengan membeli burung murai tangkapan. Tapi bila kita membeli burung murai hasil tangkapan, kita harus jeli dan sangat teliti dalam memilih karena kalau salah pilih bisa bisa kita hanya membuang duit percuma. Berikut akan saya kasih beberapa tips buat yang ingin membeli burung murai batu tangkapan semoga membantu.

Adapun tips/ cara memilih murai batu bakalan yang berkualitas/ bagus adalah sbb:

Jenis jenis burung murai di indonesia

Sebenarnya burung murai banyak jenis dan ragamnya,namun disini saya hanya akan membahas jenis-jenis murai batu yg dikenal di Indonesia
Yang pertama adalah Murai batu medan, Bukit Lawang, Bohorok, kaki G Leuser wilayah Sumatra Utara. Panjang ekor 27 – 30 cm.